Rezeki

Jumaat, 20 Februari 2009

TAATI ALLAH



MEREKA yang selalu menjalankan suruhan dan perintah Allah serta meninggalkan larangan-Nya akan terpancar pancaran keimanan pada wajahnya, malah kelihatan tenang, tenteram dan tidak ada kegelisahan di dalam diri.

Sebaliknya mereka yang jarang bersujud kepada Allah akan gelisah, bercelaru, resah dan selalu menunjukkan sikap tidak puas dengan nikmat yang Allah berikan padanya.

Dalam hidup ini pasti ada dua golongan seperti di atas. Alangkah manisnya jika ketenangan dan ketenteraman jiwa dapat kita miliki.

Betapa pula gelisahnya kita jika kegoncangan dan kegawatan jiwa membelenggu diri. Ternyata jiwa kita selalu merindui kebenaran dan ketenangan, malah kedamaian dan kebahagiaan jiwa lebih bermakna daripada segala-galanya.

Untuk mencapai ke tingkat kedamaian itu hanya iman yang dapat membimbing kita. Firman Allah bermaksud: “Orang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.”

Mereka yang inginkan ketenangan jiwa mesti mendidik jiwa terlebih dulu. Jiwa dapat dididik dengan dua cara iaitu menjauhi dosa jasmani dan dosa rohani.

Untuk menjauhi dosa jasmani, hindarilah kejahatan yang terbit dari perbuatan anggota badan seperti mata, telinga, lidah, perut, kemaluan, tangan dan kaki.

Pastikan semua anggota itu terjaga daripada perbuatan maksiat. Didiklah ia agar selalu berbuat baik kepada manusia dan beribadat kepada Allah.

Untuk menjauhi dosa rohani pula dapat dilakukan dengan bersihkan diri daripada sifat tercela dan hiasi diri dengan sifat terpuji.

Penyakit lidah dan penyakit hati membawa manusia kepada kebinasaan. Sifat hasad, takbur, ujub, riya, bakhil, cintakan dunia, cintakan kemasyhuran, pemarah, mengumpat, mengadu domba, berdusta dan berkata sia-sia mesti dijauhi daripada diri.

Dengan sebab itu, jiwa yang tidak pernah disirami dengan roh agama akan selalu bingung dan gelisah dengan masalah yang dihadapinya.

Malah lebih terdorong untuk berbuat dosa kerana cuba menyelesaikan kegelisahan yang dihadapi dengan cara sendiri.

Justeru itu, ada yang mencari dadah, arak, zina, pil khayal, bunuh diri dan pelbagai penyimpangan lagi sebagai jalan keluar daripada kecelaruan diri. Akhirnya ketenangan tidak dapat dicapai hanya dosa yang semakin menimbun.

Ternyata hanya dengan agama manusia dapat menggapai tenang dan bahagia. Masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh agar jiwa mendapat bimbingan dan rahmat Allah.

Hidup yang dibentengi agama ketika menghadapi masalah hidup, jiwa tidak gelisah dan putus asa. Bimbinglah diri dengan sebaik-baiknya serta waspada dengan diri sendiri kerana jiwa manusia mudah terpikat dengan maksiat dan dosa.

Jika sudah terlanjur melanggar ketentuan Allah, segeralah bertaubat serta hapuskan dosa itu dengan perbuatan dan keperibadian yang baik.

Jalinkan kembali hubungan dengan Allah yang sudah lama terputus, dambakanlah selalu bimbingan dan rahmat dari-Nya, kerana Allah memiliki rasa kasih sayang yang paling agung untuk hamba-Nya yang selalu ingat kepada-Nya. Pintu rahmat Allah selalu terbuka pada sesiapa yang merindui-Nya.


perkara2 yang merosakkan ukhuwwah




" Sebenarnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara, maka damaikanlah di antara dua saudara kamu ( yang bertelingkah ) itu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beroleh rahmat. "
Q.S Al-Hujuraat : 10

" Dan Kami cabut akan apa yang ada di hati mereka dari perasaan hasad dengki sehingga menjadilah mereka bersaudara ( dalam suasana kasih mesra ), serta mereka duduk berhadap-hadapan di atas pelamin masing-masing."
Q.S Al-Hijr : 47

Berapa banyak kehidupan yang berubah menjadi keras ketika ikatan persaudaraan telah pupus, ketika sumber-sumber kecintaan kerana Allah telah kering, ketika individualisme telah menggeser nilai-nilai persaudaraan, saat itu setiap individu berada dalam kehidupan yang sukar, merasa terpisah menyendiri dari masyarakatnya.

Kebanyakan manusia pada umumnya, perilaku mereka telah tercemar oleh perkara-perkara yang dapat merosakkan persaudaraan, yang terkadang mereka menyedari perkara tersebut, dan terkadang tidak menyedarinya.

Oleh sebab itu, kami akan mencuba memaparkan beberapa perkara yang dapat merosakkan persahabatan dan persaudaraan. Sebelumnya, akan kami kemukakan terlebih dahulu beberapa hadith dan perkataan para ulama' salaf mengenai
hubungan persaudaraan.

Dalam sebuah hadith yang menerangkan tentang tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di hari tiada naungan kecuali naungan Allah, Rasulullah menyebutkan salah satu di antaranya adalah,
" Dan dua orang lelaki yang saling mencintai kerana Allah, mereka berkumpul dan berpisah keranaNya. "
HR Bukhari dan Muslim

Dan di dalam sebuah hadith qudsi, Allah berfirman;
" Orang-orang yang saling mencintai keranaKu, berhak atas kecintaanKu "
HR Malik dan Ahmad

Muhammad bin Munkadir ketika ditanya tentang kenikmatannya dalam kehidupan ini, beliau menjawab, " Ketika bertemu dengan saudara-saudara ( sahabat-sahabat ), dan membahagiakan mereka."

Al-Hasan berkata, " Kami lebih mencintai sahabat-sahabat kami dari pada keluarga kami, kerana sahabat-sahabat kami mengingatkan kami akan kehidupan akhirat, sedangkan keluarga kami mengingatkan kami akan kehidupan dunia."

Khalid bin Shafwan berkata, " Orang yang lemah adalah yang sedikit menjalin persaudaraan. "

Perhatikanlah beberapa perkataan di atas, baik dari ayat-ayat Allah, hadith, mahupun perkataan para ulama, kemudian lihatlah pada kenyataan tentu akan menunjukkan kebenarannya. Siapakah yang menolongmu untuk mampu tetap teguh
memegangi hidayah? Siapakah yang meneguhkan kamu untuk tetap istiqamah? Siapakah yang menemani kamu ketika dirundung bencana dan malapetaka? Kerana itu Umar pernah berkata, " Bertemu dengan para ikhwan dapat menghilangkan kegalauan dan kesedihan hati. "

Jika demikian, bagaimana mungkin seorang yang berakal akan mengesampingkan ukhuwah dan lebih memilih kehidupan yang kacau dan hingar bingar.


Perkara-Perkara Yang Dapat Merosakkan Ukhuwah, Di Antaranya Adalah :

1. Tamak Dan Rakus Terhadap Dunia, Terhadap Apa-Apa Yang Dimiliki Orang Lain.

Rasulullah SAW. Bersabda;
" Zuhudlah terhadap dunia, Allah akan mencintai kamu. Zuhudlah terhadap apa yang dimiliki oleh manusia, mereka akan mencintai kamu. "
HR Ibnu Majah

Jika kamu tertimpa musibah, mintalah musyawarah kepada saudaramu dan jangan
meminta apa yang engkau perlukan. Sebab jika saudara atau temanmu itu memahami keadaanmu, ia akan terketuk hatinya untuk menolongmu, tanpa harus meminta atau menitiskan airmata.

2. Maksiat Dan Meremehkan Ketaatan.

Jika di dalam pergaulan tidak ada nuansa zikir dan ibadah, saling menasihati, mengingatkan dan memberi pelajaran, bererti pergaulan atau ikatan persahabatan itu telah gersang disebabkan oleh kerasnya hati dan perkara ini boleh mengakibatkan terbukanya pintu-pintu kejahatan sehingga masing-masing akan saling menyibukkan diri dengan urusan yang lain. Padahal Rasulullah SAW bersabda;
" Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak menzaliminya dan tidak menghinakannya. Demi Zat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, Tidaklah dua orang yang saling mengasihi, kemudian dipisahkan antara keduanya kecuali hanya kerana satu dosa yang dilakukan oleh salah seorang dari keduanya. "
HR Ahmad

Ibnu Qayim, dalam kitab "Al-Jawabul Kafi" mengatakan, " Di antara akibat dari perbuatan maksiat adalah rasa gelisah ( takut dan sedih ) yang dirasakan oleh orang yang bermaksiat itu untuk bertemu dengan saudara-saudaranya. "

Orang-orang ahli maksiat dan kemungkaran, pergaulan dan persahabatan mereka tidak dibangun atas dasar ketakwaan melainkan atas dasar kebendaan sehingga akan dengan mudah berubah menjadi permusuhan. Bahkan perkara itu nanti akan menjadi beban di hari kiamat. Allah SWT berfirman;
" Pada hari itu sahabat-sahabat karib: Setengahnya akan menjadi musuh kepada
setengahnya yang lain, kecuali orang-orang yang persahabatannya berdasarkan takwa ( iman dan amal soleh ). "
Q.S Az-Zukhruf : 67

Sedangkan persahabatan kerana Allah, akan terus berlanjutan sampai di syurga;
" Dan Kami cabut akan apa yang ada di hati mereka dari perasaan hasad dengki sehingga menjadilah mereka bersaudara ( dalam suasana kasih mesra ), serta mereka duduk berhadap-hadapan di atas pelamin masing-masing. "
Q.S Al-Hijr : 47

3. Tidak Menggunakan Adab Yang Baik (Syar'i) Ketika Berbicara.

Ketika berbicara dengan saudara atau kawan, hendaknya seseorang memilih perkataan yang paling baik. Allah berfirman;
" Dan katakanlah ( wahai Muhammad ) kepada hamba-hambaKu ( yang beriman ), supaya mereka berkata dengan kata-kata yang amat baik ( kepada orang-orang yang menentang kebenaran ); sesungguhnya Syaitan itu sentiasa menghasut di antara mereka ( yang mukmin dan yang menentang ); sesungguhnya Syaitan itu
adalah musuh yang amat nyata bagi manusia. "
Q.S Al-Israa? : 53

Dalam sebuah hadith Nabi SAW bersabda;
" Kalimah thayibah adalah shadaqah. "
HR Bukhari

4. Tidak Memperhatikan Apabila Ada Yang Mengajak Berbicara Dan Memalingkan Muka Darinya.

Seorang ulama salaf berkata, " Ada seseorang yang menyampaikan hadith sedangkan aku sudah mengetahui perkara itu sebelum ia dilahirkan oleh ibunya. Akan tetapi, akhlak yang baik membawaku untuk tetap mendengarkannya hingga ia
selesai berbicara. "

5. Banyak Bercanda Dan Bersenda Gurau.

Berapa ramai orang yang putus hubungan satu sama lainnya hanya disebabkan oleh canda dan senda gurau.

6. Banyak Berdebat Dan Berbantah-Bantahan.

Terkadang hubungan persaudaraan terputus kerana terjadinya perdebatan yang sengit yang boleh jadi itu adalah tipuan syaitan. Dengan alasan mempertahankan aqidah dan prinsipnya padahal sesungguhnya adalah mempertahankan dirinya dan kesombongannya. Rasulullah SAW bersabda;
" Orang yang paling dibenci di sisi Allah adalah yang keras dan besar permusuhannya. "
HR Bukhari dan Muslim

Orang yang banyak permusuhannya adalah yang suka mengutarakan perdebatan, perbalahan dan pendapat.

Tetapi debat dengan cara yang baik untuk menerangkan kebenaran kepada orang yang kurang faham, dan kepada ahli bid`ah, perkara itu tidak bermasalah. Tetapi, jika sudah melampaui batas, maka perkara itu tidak diperbolehkan. Bahkan jika perdebatan itu dilakukan untuk menunjukkan kehebatan diri, perkara itu malah
menjadi bukti akan lemahnya iman dan sedikitnya pengetahuan.

Jadi, boleh juga dengan perdebatan ini, tali ukhuwah akan terurai dan hilang. Sebab masing-masing merasa lebih lebih kuat hujjahnya dibanding yang lain.

7. Berbisik-Bisik ( Pembicaraan Rahsia )

Berbisik-bisik adalah merupakan perkara yang remeh tetapi mempunyai pengaruh yang dalam bagi orang yang berfikiran ingin membina ikatan persaudaraan.

Allah SWT berfirman;
" Sesungguhnya perbuatan berbisik ( dengan kejahatan ) itu adalah dari ( hasutan ) Syaitan, untuk menjadikan orang-orang yang beriman berdukacita; sedang bisikan itu tidak akan dapat membahayakan mereka sedikitpun melainkan
dengan izin Allah; dan kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman
berserah diri. "
Q.S Al-Mujaadalah : 10

Rasulullah bersabda;
" Jika kalian bertiga, maka janganlah dua orang di antaranya berbisik-bisik tanpa mengajak orang yang ketiga kerana itu akan dapat menyebabkannya bersedih. "
HR Bukhari dan Muslim

Para ulama berkata, " Syaitan akan membisikkan kepadanya dan berkata, ' Mereka itu membicarakanmu'." Maka dari itu para ulama mensyaratkan agar meminta izin terlebih dahulu jika ingin berbisik-bisik ( berbicara rahsia )

ASMA UL HUSNA

“Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia), maka serulah (dan berdoalah) kepadaNya dengan menyebut nama-nama itu, dan pulaukanlah orang-orang yang berpaling dari kebenaran dalam masa menggunakan nama-namaNya. Mereka akan mendapat balasan mengenai apa yang mereka telah kerjakan.”
Surah Al-A'raf Ayat 180

01 Ar-Rahman -Yang Maha Pemurah
02 Ar-Rahim -Yang Maha Mengasihi
03 Al-Malik -Yang Maha Menguasai
04 Al-Quddus -Yang Maha Suci
05 Al- Sallam -Yang Maha Selamat Sejahtera
06 Al-Mu'min -Yang Maha Melimpahkan Keamanan
07 Al-Muhaimin -Yang Maha Pengawal serta Pengawas
08 Al-Aziz -Yang Maha Berkuasa
09 Al-Jabbar -Yang Maha Kuat
10 Al-Mutakabir -Yang Melengkapi Segala Ke Besarannya
11 Al-Khaliq -Yang Maha Pencipta
12 Al-Bari -Yang Maha Menjadikan
13 Al-Musawwir -Yang Maha Pembentuk
14 Al-Ghaffar -Yang Maha Pengampun
15 Al-Qahhar -Yang Maha Perkasa
16 Al-Wahhab -Yang Maha Penganugerah
17 Al-Razzaq -Yang Maha Pemberi Rezeki
18 Al-Fattah -Yang Maha Pembuka
19 Al-'Alim -Yang Maha Mengetahui
20 Al-Qabidh -Yang Maha Pengekang
21 Al-Basit -Yang Maha Melimpah Nikmat
22 Al-Khafidh -Yang Maha Perendah (Pengurang)
23 Ar-Rafi' -Yang Maha Peninggi
24 Al-Mu'izz -Yang Maha Mengasihi dan menghormati (Memuliakan)
25 Al-Muzill -Yang Maha Menghina
26 As-Sami' -Yang Maha Mendengar
27 Al-Basir -Yang Maha Melihat
28 Al-Hakam -Yang Maha Mengadili
29 Al-'Adl -Yang Maha 'Adil
30 Al-Latif -Yang Maha Lembut serta Halus
31 Al-Khabir - Yang Maha Berwaspada
32 Al-Halim -Yang Maha Penyabar
33 Al-'Azim -Yang Maha Agung
34 Al-Ghafur -Yang Maha Pengampun
35 Asy-Syakur -Yang Maha Bersyukur
36 Al-'Aliy -Yang Maha Tinggi serta Mulia
37 Al-Kabir -Yang Maha Besar
38 Al-Hafiz -Yang Maha Memelihara
39 Al-Muqit -Yang Maha Menjaga
40 Al-Hasib -Yang Maha Penghitung
41 Al-Jalil -Yang Maha Besar serta Mulia
42 Al-Karim -Yang Maha Pemurah
43 Ar-Raqib -Yang Maha Waspada
44 Al-Mujib -Yang Maha Pengkabul
45 Al-Wasi' -Yang Maha Luas
46 Al-Hakim -Yang Maha Bijaksana
47 Al-Wadud -Yang Maha Penyayang
48 Al-Majid -Yang Maha Mulia
49 Al-Ba'ith -Yang Maha Membangkitkan Semula
50 Asy-Syahid -Yang Maha Menyaksi
51 Al-Haqq -Yang Maha Benar
52 Al-Wakil -Yang Maha Pentadbir
53 Al-Qawiy -Yang Maha Kuat
54 Al-Matin -Yang Maha Teguh
55 Al-Waliy -Yang Maha Melindungi
56 Al-Hamid -Yang Maha Terpuji
57 Al-Muhsi -Yang Maha Penghitung
58 Al-Mubdi -Yang Maha Pencipta dari Asal
59 Al-Mu'id -Yang Maha Mengembali serta Memulihkan
60 Al-Muhyi -Yang Maha Menghidupkan
61 Al-Mumit -Yang Mematikan
62 Al-Hayy -Yang Senantiasa Hidup
63 Al-Qayyum -Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64 Al-Wajid -Yang Maha Penemu
65 Al-Majid -Yang Maha Mulia
66 Al-Wahid -Yang Maha Esa
67 Al-Ahad -Yang Tunggal
68 As-Samad -Yang Menjadi Tumpuan
69 Al-Qadir -Yang Maha Berupaya
70 Al-Muqtadir -Yang Maha Berkuasa
71 Al-Muqaddim -Yang Maha Menyegera
72 Al-Mu'akhkhir -Yang Maha Penangguh
73 Al-Awwal -Yang Pertama
74 Al-Akhir -Yang Akhir
75 Az-Zahir -Yang Zahir
76 Al-Batin -Yang Batin
77 Al-Wali -Yang Wali / Yang Memerintah
78 Al-Muta'ali -Yang Maha Tinggi serta Mulia
79 Al-Barr -Yang banyak membuat kebajikan
80 At-Tawwab -Yang Menerima Taubat
81 Al-Muntaqim -Yang Menghukum (mereka yang bersalah)
82 Al-'Afuw -Yang Maha Pengampun
83 Ar-Ra'uf -Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84 Malik-ul-Mulk -Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
85 Dzul-Jalal-Wal-Ikram -Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
86 Al-Muqsit -Yang Maha Saksama
87- Al-Jami' -Yang Maha Pengumpul
88- Al-Ghaniy -Yang Maha Kaya serta Serba Lengkap
89- Al-Mughni -Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
90 Al-Mani' -Yang Maha Pencegah
91 Al-Darr -Yang Mendatangkan Mudharat
92 Al-Nafi' -Yang Memberi Manfaat
93 Al-Nur -Yang bercahaya
94 Al-Hadi -Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95 Al-Badi' -Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96 Al-Baqi -Yang Maha Kekal
97 Al-Warith -Yang Maha Mewarisi
98 Ar-Rasyid -Yang Memimpin (Ke arah Kebenaran)
99 As-Sabur -Yang Maha Penyabar

KHUTBAH TERAKHIR RASULULLAH s.a.w

Khutbah terakhir Nabi Muhammad s.a.w ini disampaikan pada 9hb. Zulhijjah Tahun 10 Hijriah di Lembah Uranah, Gunung Arafah.

“Wahai manusia, dengarlah baik baik apa yang hendak ku katakan. Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Wahai Manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini, dan kota ini sebagai suci, maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang di amanah kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah sakiti sesiapa pun, agar orang lain tidak menyakiti kamu pula. Ingatlah bahawa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu, dan Dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. ALLAH telah mengharamkan riba, oleh itu segala urusan yang melibatkan riba, di batalkan mulai sekarang. Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia (syaitan) telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara perkara besar, maka berjaga jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara perkara kecil. Wahai manusia, sebagaimana kamu mempunyai hak atas para isteri kamu, mereka juga mempunyai hak di atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak untuk di beri makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumah kamu dan di larang melakukan zina. Wahai manusia dengarlah bersungguh sungguh kata kata ku ini,sembahlah ALLAH, dirikan sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan,dan tunaikan zakat, kerjakan ibadah Haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama, tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan Beramal Soleh. Ingatlah, bahawa kamu akan mengadap ALLAH pada suatu hari untuk di pertanggungjawabkan di atas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku. Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi dan Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah di sampaikan kepada kamu. Sesunguhnya, aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikut kedua keduanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. itulah Al-Quran dan Sunnahku. hendaklah orang orang yang mendengar ucapanku, menyampaikannya kepada orang lain, dan hendaklah orang lain itu menyampaikan pula kepada yang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata kataku dari mereka yang mendengar terus dari ku. Saksikan ya ALLAH, bahawasanya telah aku sampaikan risalah MU kepada hamba hamba MU.”

Rabu, 18 Februari 2009

kenangan itu....


INI KENANGAN 5 SAINS SUKAN




INI KENANGAN 4 SAINS SUKAN


INI KENANGAN 2 KA 1


KENANGAN 1 KA 1











inilah kenangan yang mampu kutitipkan sepanjang ukhuwwah kita di sekolah menengah dulu... moga ia mekar bersemi dilimpahi rahmat ilahi...


Isnin, 16 Februari 2009

sahabat.....

pagi td, ana telah menerima beberapa SMS dari shbt2 ana.....
ya ALLAH, mataku berkaca... ku dapat rasakan linangan air mata mengalir laju di pipiku..
seorang sahabat yang telah lama kukenali, baru saja meninggalkan kami, pergi menyahut panggilan ilahi...
hidup ini terlalu singkat... bagaikan baru sahaja bertemu dengannya... masih terdengar sayup2 suaranya di sampingku... senyumannya, gelak tawanya.. tangisan kegembiraan kami bersama...
Ya ALLAH, ku tahu, KAU lebih menyayanginya... ku doakan moga sahabatku ditempatkan bersama orang2 yg mendapat sinar rahmatMU, dan bersama2 orang2 yang beriman... amin...

muslimah


Allahumma khirli wakhtarli

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers